Menjadi mahasiswa bukan hanya soal kuliah, ujian, dan mengejar IPK tinggi. Lebih dari itu, masa kuliah juga menjadi momen penting untuk mengasah kepedulian sosial, kepemimpinan, serta keterampilan interpersonal. Salah satu wadah yang sangat berharga adalah kegiatan sosial kampus oleh mahasiswa.
Kaprodi Sarjana Keperawatan STIKes Karya Husada Kediri, Dr. Ns. Moch. Maftuchul Huda, S.Kp., M.Kep., Sp.Kom., mengungkapkan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk komitmen atas implementasi MoU antara PSC 119 Dinas Kesehatan Kabupaten Kediri dengan Prodi Sarjana Keperawatan dan Pendidikan Profesi Ners STIKes Karya Husada Kediri. Kegiatan ini tidak hanya memberi manfaat bagi masyarakat luas, tetapi juga membentuk karakter mahasiswa agar lebih peka terhadap lingkungan sekitar, terutama dalam meningkatkan kompetensi unggulan program studi, yakni Keperawatan Gawat Darurat Pre-Hospital.
Bakti sosial pelayanan kesehatan ini merupakan bagian dari agenda Integrasi Pelayanan Kesehatan Primer (ILP). Kegiatan dimulai pukul 08.00 WIB di Balai Desa Kedungsari, Kecamatan Tarokan. Hima S1 Keperawatan dan Ners, atau yang biasa disebut HIMANERS, menyapa masyarakat yang telah hadir. Kegiatan yang dilaksanakan pada 25 Juli 2026 ini diselenggarakan bekerja sama dengan Tim PSC 119 Dinas Kesehatan Kabupaten Kediri dan Jantra Foundation.
Kegiatan ini bertujuan agar masyarakat dapat mengetahui kondisi kesehatannya melalui edukasi, deteksi dini, dan skrining kesehatan, sehingga dapat lebih memperhatikan pola hidup bersih dan sehat. HIMANERS bersama Jantra Foundation dan Tim PSC 119 Kabupaten Kediri berhasil melaksanakan bakti sosial berupa edukasi dan pelayanan kesehatan. Kegiatan kolaborasi ini dihadiri oleh tim dokter dari Puskesmas, Tim PSC 119 Dinas Kesehatan Kabupaten Kediri, serta mahasiswa HIMANERS STIKes Karya Husada Kediri. “Mahasiswa HIMANERS luar biasa,” ungkap Bapak Arya, perwakilan Balai Desa Kedungsari, dalam sambutannya.
Pemeriksaan dan skrining kesehatan dimulai dari pendaftaran peserta, kemudian dilanjutkan dengan pengukuran tinggi badan, berat badan, dan lingkar perut.
Selanjutnya, bapak dan ibu diarahkan untuk pemeriksaan tekanan darah serta pemeriksaan laboratorium sederhana, seperti asam urat, gula darah, dan kolesterol. Salah satu anggota HIMANERS turut memberikan edukasi bertema hipertensi kepada bapak dan ibu peserta bakti sosial, agar dapat menjaga pola tidur dan pola makan sehingga penyakit hipertensi dan diabetes melitus dapat dihindari.
Hasil pemeriksaan kemudian dimasukkan ke dalam data CKG (Cek Kesehatan Gratis) Puskesmas Tarokan oleh Tim PSC 119. Selanjutnya, bapak dan ibu peserta diarahkan untuk berkonsultasi dengan dr. Zainal dan dr. Merry dari UPTD Puskesmas Tarokan guna mendapatkan konsultasi kesehatan sekaligus terapi obat.
“Hasil skrining kesehatan dan cek kolesterol saya normal. Hanya saja tensi saya sedikit naik, karena sebelum periksa saya tidak bisa tidur akibat ada acara hingga larut malam di sebelah rumah,” tutur Ibu Paniyem, salah satu warga Kedungsari.
Kesepakatan Bersama STIKes Karya Husada Kediri dan Pemerintah Kabupaten Kediri