Kota Batu, 24 Juli 2026 — Bencana hidrometeorologi seperti banjir bandang, tanah longsor, dan angin kencang kerap mengintai tanpa kompromi. Bagaimana kesiapan dan ketanggapan para calon tenaga kesehatan dalam menghadapi situasi krisis di lapangan? Pertanyaan itulah yang menjadi landasan digelarnya Simulasi Bencana Hidrometeorologi oleh Program Studi Sarjana Keperawatan STIKES Karya Husada Kediri, bekerja sama dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Batu.
Melalui simulasi ini, mahasiswa digembleng untuk sigap melakukan penanganan gawat darurat, evakuasi medan berat, hingga manajemen posko kesehatan pasca-bencana secara cepat dan presisi — bekal penting bagi calon tenaga kesehatan yang akan langsung bersentuhan dengan situasi darurat di lapangan.
Salah satu momen sorotan dalam simulasi ini adalah proses evakuasi korban melalui jalur air menggunakan perahu karet. Mengenakan helm dan life jacket lengkap, mahasiswa dan tim gabungan berlatih mengangkut serta menstabilkan korban di atas perahu karet sebelum dibawa menuju titik evakuasi yang aman.
Kegiatan ini turut melibatkan unsur SAR gabungan, lengkap dengan perahu karet berlogo BASARNAS serta personel BPBD Provinsi Jawa Timur yang mendampingi jalannya simulasi penyelamatan di perairan — menghadirkan gambaran nyata tentang kompleksnya proses evakuasi saat bencana hidrometeorologi seperti banjir bandang benar-benar terjadi.
Sebelum simulasi lapangan berlangsung, mahasiswa menerima pengarahan langsung dari jajaran BPBD mengenai prosedur keselamatan, teknik evakuasi, serta manajemen kegawatdaruratan bencana. Sesi ini menjadi bekal penting agar mahasiswa tidak hanya memahami teori, tetapi juga mampu mempraktikkan langkah-langkah penyelamatan sesuai standar operasional prosedur (SOP) kebencanaan.
Dokumentasi kegiatan Simulasi Bencana Hidrometeorologi Prodi S1 Keperawatan STIKES Karya Husada Kediri bersama BPBD Kota Batu: pengarahan lapangan, proses evakuasi korban melalui jalur air, dan koordinasi tim gabungan di lokasi simulasi.
Prodi S1 Keperawatan STIKES Karya Husada Kediri menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen institusi dalam mencetak tenaga kesehatan yang tidak hanya kompeten secara klinis, tetapi juga tanggap terhadap situasi darurat non-klinis seperti bencana alam. Kesiapan menghadapi bencana hidrometeorologi dinilai krusial mengingat kondisi geografis Indonesia yang rawan terhadap banjir, longsor, dan cuaca ekstrem.
Simulasi ini diharapkan dapat membentuk mahasiswa yang sigap, presisi, dan siap terjun langsung membantu penanganan gawat darurat di lapangan, sekaligus memperkuat sinergi antara dunia pendidikan kesehatan dengan lembaga penanggulangan bencana daerah.
Tag: #SiagaBencana #STIKESKaryaHusadaKediri #ProdiKeperawatan #BPBDKotaBatu #SimulasiBencana #BencanaHidrometeorologi #KesiapsiagaanBencana #TenagaKesehatanTanggap #EvakuasiMedanBerat #PendidikanKeperawatan #KampusKesehatan #SigapDanPresisi
Kategori: Kegiatan Akademik · Kesiapsiagaan Bencana · Berita Kampus
Meta Description (SEO): Prodi S1 Keperawatan STIKES Karya Husada Kediri gelar Simulasi Bencana Hidrometeorologi bersama BPBD Kota Batu, latih mahasiswa evakuasi dan gawat darurat.