Pelatihan pertolongan pertama dan simulasi tanggap bencana digelar untuk mengaktifkan kembali peran kader di garda terdepan kesiapsiagaan masyarakat
Peserta pelatihan mengikuti sesi materi kesiapsiagaan bencana di Desa Puncu, Kecamatan Puncu, Kabupaten Kediri.
KEDIRI, 28 JULI 2026 — Prodi Sarjana Kebidanan dan Pendidikan Profesi Bidan STIKES Karya Husada Kediri menggelar kegiatan Reaktivasi Kader Bencana melalui Peningkatan Kapasitas Pertolongan Pertama bagi Penyintas Bencana pada Selasa, 28 Juli 2026, di Desa Puncu, Kecamatan Puncu, Kabupaten Kediri. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya berkelanjutan untuk memperkuat kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi bencana.
Kegiatan ini bertujuan mengaktifkan kembali peran kader bencana sebagai garda terdepan dalam memberikan respons cepat kepada masyarakat ketika bencana terjadi. Selain itu, pelatihan ini menjadi sarana untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan kesiapan para kader dalam memberikan pertolongan pertama kepada penyintas, sebelum mereka mendapatkan penanganan lebih lanjut dari tenaga kesehatan maupun tim penanggulangan bencana.
Pelatihan ini diikuti oleh kader bencana dari Desa Puncu dan Desa Satak dengan antusiasme tinggi. Materi yang disampaikan meliputi strategi menurunkan risiko dan meningkatkan kapasitas sebagai kunci sukses mitigasi bencana, peran kader tangguh bencana, bantuan hidup dasar, evakuasi aman, pembebatan dan pembidaian, hingga pertolongan pertama pada luka bakar dan hipotermia.
Selain penyampaian materi, para peserta juga mengikuti sesi praktik dan simulasi pertolongan pertama pada berbagai skenario bencana. Melalui metode pembelajaran interaktif ini, para kader memperoleh pengalaman langsung dalam melakukan penanganan awal terhadap korban, sehingga diharapkan mampu meningkatkan kepercayaan diri dan kesiapsiagaan mereka saat menghadapi kondisi darurat yang sesungguhnya.
|
Simulasi evakuasi dan penanganan korban. |
Praktik pembebatan dan pembidaian oleh kader. |
Kegiatan reaktivasi kader bencana ini diharapkan mampu membangun kembali semangat dan komitmen para kader dalam menjalankan tugas kemanusiaan di lingkungan masing-masing. Keberadaan kader yang memiliki kompetensi pertolongan pertama menjadi salah satu faktor penting dalam mengurangi risiko kecacatan maupun kematian akibat keterlambatan penanganan saat bencana terjadi.
Melalui sinergi antara institusi pendidikan, masyarakat, pemerintah desa, tenaga kesehatan, dan berbagai pihak terkait, Desa Puncu dan Desa Satak diharapkan semakin tangguh dalam menghadapi berbagai potensi bencana. Kegiatan ini menjadi langkah nyata dalam membangun masyarakat yang lebih siap, sigap, dan berdaya dalam upaya penanggulangan bencana berbasis komunitas.
Humas Prodi Sarjana Kebidanan dan Pendidikan Profesi Bidan — STIKES Karya Husada Kediri