large image
JAJAK PENDAPAT

Bagaimana menurut pendapat anda tentang tampilan website STIKES Karya Husada Kediri ini?

Kurang
Cukup
Sangat Bagus
Tidak Tahu
Lanjutkan

Lihat Hasil Polling
LINK TERKAIT
  • Digilib STIKES Karya Husada
  • E-Learning STIKES Karya Husada
  • Depdiknas
  • Kota Kediri
PENELITIAN DOSEN PRODI D3 KEBIDANAN STIKES KARYA HUSADA KEDIRI
Kategori Berita | Diposting pada : 2015-11-11 -|- 03:21:00 oleh Admin
Share this article on

KADAR HAEMOGLOBIN (HB) PADA PENGGUNA KB IUD DENGAN MASA PEMAKAIAN LEBIH DARI 6 BULAN DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KARANGAN KECAMATAN KARANGAN KABUPATEN TRENGGALEK


Fitri Yuniarti


Prodi DIII Kebidanan STIKES Karya Husada Kediri


Jl. Soekarno Hatta No. 7 Kotak Pos 153 Pare Kediri


Email : D3bidan-kh@gmail.com


Background : The users of IUD Contraception can increase the risk of blood spending twice as much when experiencing side effects such as menstrual bleeding a lot and old. The amount of blood of blood that comes out when menstruation causes women are more at risk of developing anemia. The purpose of this study was to determine description of haemoglobin level to the IUD Contraception with the usage period of more than 6 months health center in the region of Karangan sub district Karangan Trenggalek regency in 2014.


Objective : research was conducted on 19 – 29 of June 2014 in the region Health Centers of Karangan sub district Karangan Trenggalek regency and included as descriptive researsh, population of 58 respondents, the sampel in this research a number 44 respondents who meet the inclusion and exlusion criteria. Sampling was done by purposive sampling with variabel levels of haemoglobin in the users of IUD acceptors more than 6 months. Data collection techniques to fill in a questionnaire and measurement of haemoglobin levels (Hb) analysis of editing, coding, tabulating presented in percentage calculation.


Result : Based on the result of this research is that 44 respondents, nearly half of the 12 respondents (27,28%) had mild anemia, a fraction (6,81%) which is 3 respondents had moderate anemia, a small portion of the 1 respomdents (2,27%) have severe anemia.


Conclusions : IUD is have side effects in the long run will be anemia, which resulted in haemoglobin levels fell which caused spooting, menstrual multiply and old, to affset the consumption of iro tablet, anemia was not until within the limits of moderate and severe.


Key words : Haemoglobin Level, Users, IUD Contraceptio


GAMBARAN STATUIS GIZI BALITA USIA 12 – 60  BULAN PADA RIWAYAT BAYI BERAT LAHIR RENDAH (BBLR) DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS PAPAR KABUPATEN KEDIRI


Fitri Yuniarti


Prodi DIII Kebidanan STIKES Karya Husada Kediri


Jl. Soekarno Hatta No. 7 Kotak Pos 153 Pare Kediri


Email : D3bidan-kh@gmail.com


Background : Birth nutrition was stated with weight and classified in normal and low birth weight. Nutrition problem during birth process will influence on case of nutrition deficiency on the next cycle. Low birth weight infants tend to have low nutrition status because they have low immune that causes slow on growth and development of body organs. The purpose of this research was to identify description of infant’s nutrition status at the age of 12 – 60 months on the history of low birth weight infants in the working are of Papar Public Health Center in Kediri Regency.


Objective : Research was held on 26 th of May – 14 th of June 2016 in the working area of Papar Public Health Center in Kediri Regency. Research design was descriptive. Populations were all infants at the age of 12 -60 months with low birth weight namely 47 infants taken in sample consisted of 42 infants by using purposive sampling technique. Variable in this research was nutrition status of 12 – 60 months infants with low birth weight. Data collection technique used weight index according to weight based on age and result of presented tabulation.


Result : Research result from total 42 respondents showed all infants at the age 12 – 60 months with low birth weight namely 1500 – 2500 grams, almost half of them had medium nutrition status namely 31 % and a few of them namely 2,4% had low nutrition status.


Conclusions : Birth with low nutrition status was able to increase on infants age to become medium nutrition status until good nutrition status if energy and protein intake and nutrition substances are enough. There are also factors that influence nutrition status such as nutrition care pattern, education level and parent’s knowledge and also family’s buying capacity. While low birth weight with low nutrition intake will cause disorder on brain growth and risk for permanent brain damage and low nutrition status.


Key words : Nutrition status, infants at the age 12 – 60 month, history of low birth weight.


KORELASI ANTARA KOMPETENSI PEDAGOGIK DOSEN DARI PENILAIAN MAHASISWA DENGAN MOTIVASI BELAJAR DAN KOMPETENSI MAHASISWA DALAM PEMBELAJARAN ASUHAN KEBIDANAN II


By :


ITA EKO SUPARNI SSIT, M.Keb


Motivasi belajar merupakan faktor yang penting dalam proses pembelajaran, tetapi kenyataannnya sering ditemui mahasiswa yang mempunyai motivasi belajar yang rendah dalam belajar. Fenomena lain yang terjadi dalam institusi pendidikan adalah mahasiswa tidak kompeten setelah lulus dari program DIII Kebidanan. Salah satu penyebabnya adalah kurangnya pemahaman mahasiswa terhadap materi serta  masih banyaknya dosen yang tidak menguasai kompetensi pedogogik dengan baik. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengukur korelasi kompetensi pedagogik dosen  dengan motivasi belajar  dan kompetensi mahasiswa  dalam pembelajaran asuhan kebidanan II .


Penelitian ini merupakan penelitian analitik korelatif dengan pendekatan secara cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah  semua mahasiswa Program Studi DIII Kebidanan STIKES Karya Husada Pare semester IV  berjumlah 81 mahasiswa dan dosen pengajar mata kuliah Askeb II sebanyak 4 orang. Pengumpulan data  dilakukan pada bulan April 2015 dengan menggunakan kuesioner. Data yang terkumpul dilakukan analisa statistik secara bivariabel menggunakan uji korelasi Spearman Rank  dan multivariabel dengan analisa regresi berganda.


Hasil penelitian diperoleh kompetensi pedagogik dosen dalam merencanakan pembelajaran dalam kategori cukup kompeten 38,3 % (31 responden), melaksanakan pembelajaran cukup kompeten 35,8%(29 responden), mengevaluasi pembelajaran cukup kompeten 38,3% (31 responden). Motivasi belajar mahasiswa dalam kategori sedang 40,7% (33 mhs) dan kompetensi mahasiswa dalam kategori cukup kompeten 34,6% (28 mhs). Hasil analisis menggunakan regresi berganda didapatkan bahwa kompetensi pedagogik dosen secara simultan mempunyai korelasi yang lebih  bermakna terhadap  kompetensi mahasiswa  dengan (p<0,05)  dan nilai F hitung 55,493.


Simpulan dalam penelitian ini adalah kompetensi pedagogik dosen mempunyai hubungan yang bermakna dan keeratan yang kuat dengan motivasi belajar dan kompetensi mahasiswa. Hubungan yang lebih signifikan terhadap kompetensi mahasiswa .


Kata kunci : Kompetensi mahasiswa, kompetensi pedagogik  dosen,  motivasi belajar.


 


 


PENGARUH PEMBERIAN KOMPRES HANGAT TERHADAP INTENSITAS NYERI PERSALINAN PADA IBU INPARTU KALA I FASE AKTIF DI BPM IDA SUNARSIH, SST


Oleh:


Dwi Yuliawati, SST


 


Nyeri persalinan merupakan tanda peringatan bahwa seorang ibu hamil akan  memasuki fase persalinan. Pengalaman nyeri selama persalinan bukanlah refleksi sederhana dari proses fisiologi persalinan. Nyeri ini merupakan akibat dari berbagai faktor yang sangat kompleks dan subyektif. Masing-masing orang berbeda-beda dalam menginterpretasikan nyeri. Apabila nyeri persalinan tidak ditangani dengan baik dapat mempengaruhi fisiologi persalinan. Untuk itulah diperlukan suatu cara untuk mengurangi nyeri persalinan baik secara farmakologis maupun non farmakologis dan salah satunya adalah dengan menggunakan metode kompres hangat. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pemberian  kompres hangat terhadap intensitas nyeri persalinan pada ibu inpartu kala I fase aktif di BPM Ida Sunarsih, SST.


Desain penelitian ini adalah Quasi eksperimen dengan pendekatan one group pre-post test desain. Populasi dari penelitian ini adalah ibu-ibu inpartu di BPM Ida Sunarsih, SST pada bulan Maret 2015. Sampel yang diambil sebanyak 10 responden dengan menggunakan teknik systematic random sampling. Teknik analisis data yang digunakan adalah Wilcoxon Match Pair Test.


Hasil perhitungan dengan uji Wilcoxon didapatkan Zhitung = 2,04 dan Ztabel = 1,96. Zhitung > Ztabel maka Ho ditolak. Dengan demikian dapat diinterpretasikan bahwa ada pengaruh pemberian kompres hangat terhadap intensitas nyeri persalinan.


Kata kunci           : Kompres Hangat.Intensitas Nyeri. Persalinan.


 


 


PERBEDAAN PENINGKATAN PENGETAHUAN DAN SIKAP KADER POSYANDU TENTANG PELAKSANAAN RELAKTASI PASCA PENYULUHAN ANTARA MENGGUNAKAN METODE  DISKUSI KELOMPOK DAN CERAMAH INTERAKTIF  DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS SAMBI KECAMATAN RINGINREJO


KABUPATEN KEDIRI


 


Oleh :


Wahyu Wijayati, SSiT, M.Keb


 


     Pemberian ASI yang optimal dapat meningkatkan kualitas kesehatan bayi, apabila terhenti pemberiannya karena sebab non-medis, maka kader posyandu dapat membantu ibu agar dapat menyusui kembali (pelaksanaan relaktasi). Pelaksanaan relaktasi merupakan materi yang belum pernah diberikan kepada kader posyandu. Pemberian materi melalui penyuluhan biasa dilakukan menggunakan metode ceramah interaktif yang memiliki kecenderungan peserta untuk pasif karena didominasi penceramah. Metode diskusi kelompok dalam pemberian materi/penyuluhan membuat peserta lebih aktif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan peningkatan pengetahuan dan sikap kader posyandu tentang pelaksanaan relaktasi pasca penyuluhan antara menggunakan metode diskusi kelompok dan ceramah interaktif.


     Desain penelitian yang digunakan adalah quasi experimental dengan pre-test post-test design. Populasi penelitian ini, seluruh kader posyandu posyandu di Wilayah Kerja Puskesmas Sambi Kecamatan Ringinrejo Kabupaten Kediri (335 kader posyandu); subjek penelitian ini adalah 80 kader posyandu, yang terbagi 2 kelompok masing-masing 40 kader posyandu. Cara pengambilan sampel dengan simple random sampling. Penelitian ini dilaksanakan pada Bulan Februari 2015 sampai dengan Maret 2015.


     Hasil penelitian menunjukkan rerata peningkatan pengetahuan responden tentang pelaksanaan relaktasi pasca penyuluhan menggunakan metode diskusi kelompok (59,37) dan ceramah interaktif (54,83); berdasarkan Analisis Kovarians dengan memasukkan data pre-test pengetahuan sebagai perancu diperoleh nilai p = 0,041 yang bermakna; sedangkan rerata peningkatan sikap responden tentang pelaksanaan relaktasi pasca penyuluhan menggunakan metode diskusi kelompok (53,77) dan ceramah interaktif (48,33); berdasarkan Analisis Kovarians dengan memasukkan data pre-test sikap sebagai perancu diperoleh nilai p = 0,213; artinya tidak terdapat perbedaan peningkatan sikap kader posyandu tentang pelaksanaan relaktasi pasca penyuluhan antara menggunakan metode diskusi kelompok dan ceramah interaktif.


     Metode diskusi kelompok lebih baik daripada ceramah interaktif, sehingga metode diskusi kelompok dapat dijadikan alternatif metode untuk penyuluhan dalam upaya peningkatan pengetahuan dan sikap kader posyandu tentang pelaksanaan relaktasi.


 


 










Kata kunci:



Ceramah Interaktif, Diskusi Kelompok, Kader Posyandu, Pengetahuan, Relaktasi, Sikap.



 


PERBEDAAN  INTENSITAS NYERI DISMENORHOE PRIMER SEBELUM DAN SESUDAH DILAKUKAN DISTRAKSI MUSIK KLASIK PADA MAHASISWI DIII KEBIDANAN


STIKES KARYA HUSADA KEDIRI.


 


Oleh:


Estin Gita Maringga, SST


 


     Rasa nyeri yang hebat pada saat menstruasi yang terjadi pada saat berusia 15-25 dan tanpa disertai adanya kelainan anatomis disebut dengan dismenorhoe primer. Salah satu  metode non farmakologis yang mudah, murah, efektif, dan aman yang bisa digunakan untuk menurunkan intensitas nyeri dismenorhoe primer adalah dengan melakukan distraksi musik klasik. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan intensitas nyeri dismenorhoe primer sebelum dan sesudah dilakukan distraksi musik klasik.


     Penelitian ini menggunakan desain pre eksperimental dengan one-group pra –post test design. Populasi yang digunakan dalam penelitian adalah seluruh mahasiswi DIII di Kebidanan STIKES Karya Husada Kediri yang mengalami dismenorhoe primer, menggunakan teknik total sampling dengan jumlah sampel sebanyak 13 orang. Data diambil dengan menggunkan lembar analog identik numerik skala nyeri yang diisi oleh responden sebelum dan sesudah dilakukan distraksi musik kalsik selama 30 menit, kemudian dianalisa dengan menggunakan uji Wilcoxon Matched Pairs Test.


     Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 12 orang (92,31%) mengalami penurunan intensitas nyeri (dismenorhoe ringan) dan terdapat 1 orang (7,69%) dengan intensitas nyeri yang tetap (dismenorhoe berat) setelah dilakukan distraksi  musik klasik. Analisa dengan uji Wilcoxon Matched Pairs Test diperoleh T hitung 3 < T tabel 17, artinya ada perbedaan intensitas nyeri dismenorhoe primer sebelum dan sesudah dilakukan distraksi musik klasik. Rekomendasi dari penelitian ini adalah penggunaan musik klasik sebagai metode distraksi dalam mengatasi dismenorhoe primer dengan intensitas nyeri ringan dan sedang.


 


Kata kunci: Intensitas nyeri, dismenorhoe primer, distraksi musik klasik


 


PENGARUH LAMA PEMBERIAN ASI TERHADAP KEMBALINYA MENSTRUASI PADA IBU MENETEKI DI DESA KEPUNG


KECAMATAN KEPUNG KABUPATEN KEDIRI


 


Oleh :


Reni Yuli Astutik, SST, M.Kes


 


Pemberian ASI memberikan keuntungan bagi bayi, yaitu bayi mendapatkan kolostrum yang banyak mengandung antibodi. Pada wanita menyusui, konsentrasi esterogen, progesteron, dan prolaktin tetap meninggi selama pengisapan. Walaupun konsentrasi Follicle Stimulating Hormone (FSH) kembali ke normal dalam beberapa minggu pascapartum, namun konsentrasi Luteinizing Hormone (LH) dalam darah tetap tertekan sepanjang periode menyusui,sehingga menyebabkan anovulasi pada laktasi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh lama pemberian ASI terhadap kembalinya menstruasi pada ibu meneteki di Desa Kepung Kecamatan Kepung Kabupaten Kediri.


Penelitian dilaksanakan pada tanggal 19 – 21 April 2015 di Desa Kepung Kecamatan Kepung Kabupaten Kediri. Desain yang digunakan   Asosiasif dengan pendekatan Cross Sectional. Populasi penelitian adalah seluruh ibu meneteki usia 7-12 bulan  sebanyak 40 ibu meneteki, dengan teknik sampling jenuh / total sampling. Penelitian ini menggunakan 2 variabel yaitu variabel independen lama pemberian ASI, variabel dependen kembalinya menstruasi.Instrumen pengumpulan data dengan kuesioner. Analisa  menggunakan uji statistika kolmogorov-smirnov dengan tingkat kepercayaan 95 % dengan α = 0.05.


Dari hasil penelitian didapatkan sebagian besar 30 ibu (75%) memberikan ASI ≥ 6 bulan dan sebagian besar 27 ibu (67,5%) mengalami menstruasi yang lambat. Dari analisa statistika di dapatkan KD = 23 > dari harga kriris KD 13 dengan α = 0,05, artinya ada pengaruh lama pemberian ASI terhadap kembalinya menstruasi pada ibu meneteki.


Lama pemberian ASI mempengaruhi kembalinya menstruasi yang disebabkan oleh pengaruh hormonal pada pada ibu meneteki. Sehingga makin lama pemberian  ASI  maka kembalinya menstruasi pada ibu meneteki lambat.


Kata kunci           : Pemberian ASI, Kembalinya menstruasi



Baca Juga Berita Lainnya
GALERI KEGIATAN TERBARU
BERGABUNG DENGAN GROUP KAMI DI FACEBOOK